Sering pakai ragi? Jangan sampai tidak kenal sifat ragi dan Ciri-cirinya

Updated: Jan 6, 2021


ragi instant


Dulu orang membuat sourdough dari fermentasi anggur dan kentang,pada tahun 18 seorang ilmuan yaitu Louis Pasteur menemukan mikroorganisme ragi yang dapat digunakan untuk makanan. Ragi merupakan mikroorganisme berasal dari keluarga Fungus bersel satu. Ragi berbentuk bulat telur bereproduksi dengan cara membelah diri dan dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen.



Agar tetap hidup ragi membutuhkan air, makanan dan lingkungan yang sesuai, umumnya bertahan dengan penambahan gula dan kondisi suhu yang hangat. Karbondioksida yang dihasilkan membuat adonan mengembang dan membentuk pori-pori. Suhu yang tepat bagi ragi adalah 25-30C. Ada beberapa jenis ragi yang sering digunakan dalam pengolahan roti yaitu:


a. Ragi cair (liquid yeast) dibuat dari yeast cream yang biasa digunakan dalam industri, mengandung 15-20% bahan kering. Proses dikerjakan secara otomatis dengan penyimpanan di suhu 40-60 C dan umur simpannya hanya 2 minggu


b. Ragi basah (compressed atau fresh yeast) merupakan yeast cream yang dikeringkan dan dipadatkan mengandung 28-35% materi kering, umur kadaluarsa 2-3 minggu. Ragi ini mengandung 70%air maka harus disimpan di suhu rendah dan merata untuk mencegah hilangnya daya pembentukan gas. Suhu penyimpanan semakin dekat dengan 00 C maka semakin lama ragi bertahan. Dari hasil penelitian pada suhu -10 C ragi bisa bertahan hingga 3 bulan. Ragi ini digunakan karena relatif murah dan dapat diaplikasikan ke berbagai resep.

Kekurangan ragi basah adalah sangat sensitif terhadap kelembaban. Ragi hanya tahan 48 jam dalam suhu ruang.





c. Ragi kering aktif (active dry yeast, ADY) merupakan ragi yang terbuat dari yeast cream yang dipanaskan dan dikeringkan dan mendapatkan 92-93 % bahan kering. Penggunaannya, ragi ini harus dilarutkan dengan air hangat terlebih dahulu. Penyimpanan bisa di suhu ruang tetapi jauhkan dari area lembab. Umur kadaluarsanya hingga 2 tahun di dalam kemasan. Kelebihan menggunakan ragi ini adalah memudahkan dalam hal transportasi dan penyimpanan nya pun mudah. Kekurangannya adalah memerlukan rehidrasi air hangat.


d. Ragi kering instan (instant dry yeast IDY). Ragi ini melalui proses dipanaskan lalu dikeringkan dan mengandung 94%-95% materi kering dengan jumlah ragi 105-107 per gram ragi berbentuk potongan pasta yang pendek mendekati butiran halus. Negara yang tropis sangat cocok menggunakan ragi jenis ini. Dan aplikasinya tidak perlu dilarutkan terlebih dahulu dan bisa langsung dicampur tepung. Dikemas di kemasan kedap udara, umur simpan biasanya 2 tahun. Kelebihan ragi ini hasil lebih konsisten dan penyimpanan yang mudah. Kekurangannya setelah kemasan dibuka hanya bertahan sekitar 2 minggu, untuk membuat ragi ini bertahan harus disimpan dalam wadah kedap udara dan disimpan dilemari es.


e. Ragi beku (frozen yeast), mengandung 90% materi kering yang didinginkan di suhu ekstrim setelah dibekukan. Aktivitas ragi menjadi lambat selama pengadukan jadi lebih stabil.Ragi ini biasanya dipakai untuk frozen dough. Umur kadaluarsa 2 tahun di suhu-18 derajat celcius. Ragi ini mudah digunakan, akurat dan meminimalkan kesalahan pembuatan roti.


Ciri-ciri ragi yang masih baik antara lain :

• Apabila diraba terasa dingin.

• Berwarna krem, butir-butir kecil dan bersih.

• Berbau sedap seperti buah apel yang masak


Ciri-ciri dari ragi yang kondisinya kurang baik

• Berwarna cerah

• Kering

• Kalau diraba agak terasa hangat

• Berbau tidak enak

• Beremah


Ciri-ciri ragi yang sudah rusak

• Warnanya coklat gelap (tua)

• Butir-butirnya lembek

• Agak sedikit lengket

• Berbau tidak enak


Baca Juga: Merek Ragi Instan yang mudah ditemukan di Pasaran

#jenisragi #carasimpanragi #ragibasah #penyimpananragibasah #ragiyangsudahrusak #ciriragirusak #artiragi #penggunaanragi #suhusimpanragi #macammacamragi



1 view0 comments

Recent Posts

See All