Tepung Terigu Dalam Pembuatan Kue

Updated: Jan 4, 2021



Tepung Terigu
Tepung Terigu




Tepung terigu adalah tepung hasil dari olahan gandum. Tepung terigu biasanya digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan roti, biscuit/cookies, cake, pastry, muffins, makaroni, spaghetti, waffles, makanan siap saji dan makanan bayi dan juga beberapa kue-kue Indonesia.


Tepung terigu bila dilihat berdasarkan kandungan protein digolongkan menjadi tiga macam yaitu:


a. Hard flour (terigu protein tinggi)

Kadar gluten tepung ini antara 12% – 13% dan diperoleh dari gandum keras (hard wheat). Karena kadar protein tinggi, sifat tepung ini menjadi mudah dicampur, difermentasikan, daya serap airnya juga tinggi, elastis dan juga mudah digiling. Tepung terigu gandum keras bagus untuk bahan baku roti, mie dan pasta karena sifatnya elastis dan juga mudah difermentasikan.


Karena kandungan glutennya tinggi, tepung dapat membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada saat fermentasi gas yang dibentuk dari ragi akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan teksturnya empuk.



Karakteristik atau sifat dari tepung terigu dari gandum keras yaitu:


1) Dapat menyerap air dalam jumlah yang tinggi dan drajat pengembanganny juga tinggi.


2) Tepung ini memerlukan waktu pengadukan yang cukup lama


3) Tetapi hanya memerlukan sedikit ragi


b. Medium flour (terigu protein sedang)

Sebagian orang sering menyebutnya dengan sebutan all-purpose flour atau tepung serba guna. Jenis terigu ini mengandung 10%-11%. Merupakan campuran tepung terigu hard wheat dan soft wheat sehingga karakteristiknya bercampur dari kedua jenis tepung tersebut.


Tepung ini bagus untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, contohnya donat, bakpau, wafel, panada atau aneka cake dan muffin.


Baca Juga: Cara Menyimpan Tepung Terigu

c. Soft Flour

Tepung jenis ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8%-9%. Sifat tepung ini memiliki daya serap air yang rendah yang menyebabkan hasil adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah serta memerlukan campuran ragi yang banyak.

Tepung ini biasanya digunakan untuk membuat kue kering (cookies/biscuit), pastel dan kue-kue yang tidak memerlukan proses fermentasi. Jenis tepung lunak memiliki persentase gluten yang rendah, adonan juga kurang elastis dan tidak baik menahan gas. Tetapi tepung lunak ini lebih cepat dalam pencampuran dan pengocokan adonan dibandingkan dengan jenis tepung keras.



Beberapa tepung terigu juga sudah ada yang diberikan campuran-campuran dengan tujuan tertentu yaitu :


• Self Raising Flour.

Jenis tepung terigu yang sudah ditambah bahan pengembang dan garam, sehingga sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan. Jika ingin membuat sendiri, tambahkan satu sendok teh baking powder ke dalam sekilo tepung. Jenis ini biasanya digunakan dan bagus untuk cake, muffin, dan kue kering.


• Enriched Flour

Enriched Flour adalah tepung terigu yang ditambahkan beragam vitamin atau mineral untuk memperbaiki nilai gizi. Biasanya harganya lebih mahal. Tepung ini cocok untuk kue kering dan bolu.


• Whole Meal Flour

Tepung ini dibuat dari biji gandum utuh termasuk dedak dan sejenisnya sehingga warna tepung lebih gelap/krem. Tepung Terigu whole meal biasanya digunakan untuk makanan kesehatan dan menu diet karena kandungan serat (fiber) dan proteinya sangat tinggi.



#tepungterigusegitigabiru #tepungterigucakrakembar #tepungkue #tepungpalingseringdipakai #tepungbolu

8 views0 comments

Recent Posts

See All